Kuliner : Menikmati Ayam Pengemis di Kota Asalnya Hangzhou

Menikmati Ayam Pengemis di Kota Asalnya Hangzhou

Kota pertama yang saya kunjungi saat tiba di Tiongkok adalah kota Hangzhou, sebuah kota yang memiliki banyak cerita sejarah, salah satunya adalah cerita Ayam Pengemis.

Di dalam bus, selama perjalanan dari bandara menuju restoran yang menyajikan ayam pengemis, local guide menceritakan kisah ayam pengemis ini. Diceritakan bahwa pada masa itu, Kaisar sedang berada di kota Hangzhou dan merasa kelaparan. Ditengah kelaparan Ia mencium aroma masakan yang berasal dari ayam yang dibungkus daun teratai yang dibungkus lagi oleh tanah liat dan dipanggang oleh seorang pengemis.

Ayam Pengemis

Karena tertarik dengan aroma tersebut, maka kaisar memerintahkan prajurit untuk mencari asal dari bau masakan tersebut. Setelah ditemukan dan diserahkan kepada Kaisar, ternyata Kaisar sangat menyukai ayam tersebut, dan bertanya kepada prajurit dari mana asal ayam tersebut, kemudian prajurit menceritakan bahwa ayam tersebut berasal dari seorang pengemis, dan sejak itu di daerah ini dikenal masakan Ayam Pengemis.

Di restoran tempat saya singgah, saat disajikan, ayam pengemis sudah tidak lagi dibungkus tanah liat, melainkan dengan alumunium foil namun tetap dibungkus oleh daun teratai. Tekstur daging ayam sangat empuk dan lembut, sehingga kita dapat dengan mudah mengambilnya hanya dengan menggunakan sumpit atau sendok.

mie

Selain ayam pengemis, disajikan pula tumis sayur, semur daging dan kentang, mie, serta ikan dengan bumbu kecap.

 ikan dengan bumbu kecap.

Ikan yang disajikan disetiap restoran yang saya masuki umumnya ikan air tawar, mirip ikan bandeng atau gurame, sehingga banyak duri dan terasa amis.

Bagaimana rasa ayam pengemis?
Bagi saya yang terbiasa dengan bumbu-bumbu khas Indonesia, rasa ayam pengemis ini agak terasa aneh di lidah karena berbau minyak wijen dan bumbu khas masakan oriental, begitu juga dengan bumbu pada masakan lainnya.

rasa ayam pengemis

Sedangkan untuk minuman yang disajikan, setiap restoran selalu menyajikan teh, minuman bersoda, bir atau wine, tidak ada air putih.

Karena anggota tour terdiri dari banyak latar belakang, maka masakan yang disajikan adalah masakan halal, namun karena tidak terbiasa dengan bumbu masakan oriental banyak yang akhirnya mengeluarkan bekal seperti abon serta sambal yang dibawa dari Indonesia untuk menjadi lauk.

Selain Ayam Pengemis, di Hangzhou juga terkenal dengan Babi Hong, tetapi karena saya tidak makan makanan non halal tersebut, maka saya tidak ikut dalam rombongan yang memesan makanan tersebut.

Cerita lain seperti danau ular putih, kebun teh, Tunxi old street akan saya ceritakan diartikel selanjutnya.

Sumber : Kompasiana

Tag : Kuliner
Back To Top